1.
PENGERTIAN KHULAFAUR RASYIDIN
Khalifah dalam bahasa Indonesia dapat diartikan
pengganti atau orang yang berada di belakang seseorang. Khalifah adalah bentuk tunggal, bentuk jamaknya
adalah khulafa’, sedangkan al-Rasydyn dalam
bahasa Indonesai berarti benar, pintar, atau lurus.
Dalam sejarah Islam Khulafaur Rasyidin diartikan :
penggganti Rasul yang benar dam lurus, dan diterima oleh seluruh umat. Empat
Khalifah yang mendapatkan julukan khulafaur rasyidin adalah empat kholifah awal
yang berturut-turut menggantikan Rsulullah. mereka adalah :
§ Abu Bakar
§ Umar bin Khattab
§ Usman bin Affan
§ Ali bin Abi Thalib
2.
TUGAS KHULAFAUR RASYIDIN
Tugas Rasulullah meliputi dua hal, yaitu tugas kenabian dan tugas
kenegaraan, sedangkan tugas Khulafaur Rasyidin hanya menggantikan tugas sebagai
kepala negara, pemerintahan dan pemimpin umat.
3.
KHULAFAUR RASYIDIN
1.
Abu Bakar
A. Abu Bakar sebelum masuk Islam
Sebelum masuk Islam Abu Bakar bernama Abdul Ka’bah putra dari Abi Quhafah
bin Amin
Sesudah masuk Islam namanya diganti oleh Rasulullah menjadi Abdullah. Abu
Bakar adalah panggilan orang–orang muslim kepadanya karna ia segara masuk
Islam.
Abu Bakar dilahirkan setelah dua tahun penyerangan Mekah untuk penghacuran
Ka’bah oleh raja Abrahah. Dengan demikian beliau dua tahun lebih muda dari
Rasulullah.
B. Abu Bakar setelah masuk Islam
i.
Segara ikut berdakwah
Setelah masuk Islam Abu Bakar segera mengajak
bebrapa orang untuk ikut memeluk agama Islam, yang di kemudian hari orang-orang
itu dikenal dengan sebutan assabiqunal awwalun.
selain itu belaiau juga banyak membebaskan budak yang disiksa karna masuk
Islam.
ii.
Pembela Nabi yang setia
Ketika Rasulullah mulai menyeru penduduk Mekkah secara terang-terangan
untuk masuk Islam, mulailah timbul perlawanan dari kafir quraisy. Dan disaat-saat
seperti itulah Abu Bakar menjadi pelindung Nabi yang paling setia.
C. Abu Bakar menjadi Khalifah (11-13 H/632-634 M)
a. Proses pemilahannya
Berita wafatnya Rasulullah menggemparkan umat Islam. Sebagian tidak
percaya, karna dalam sholat subuh sebelum itu, beliau masih hadir di masjid.
Berita ini dianggap desas desus untuk mengacau kaum muslimin. Umar sendiri
termasuk kelompok yang tidak memercayainya.
Sesudah mendengar kabar itu Abu Bakar langsung masuk ke rumah Rasulullah
dan menyaksikan Rasulullah telah terbujur, ditunggui oleh Aisyah dan
kerabat-kerabat dekat. Kemudian ia pun pergi menemui orang-orang di masjid.
Untuk menenangkan mereka Abu Bakar mengumandangkan ayat Al-Qur’an, surat Ali
Imron ayat 144. Dengan ayat itu semua kaum muslimin sadar bahwa Rasulullah
memang telah wafat.
Sementara Abu Bakar sedang melakukan hal-hal
berkenaan dengan peyelenggaraan jenazah Rasulullah, tersiar kabar bahwa kaum
anshar sedang merundingkan pengganti Rasulullah dalam memimpin pemerintahan dan
umat. Abu Bakar, Umar dan Abu Ubaidillah bin Jarrah mendatangi pertemuan mereka
di balai pertemuan bani saidah(saqifah bani saidah).
Antara Abu Bakar dan teman-temannya terjadi perdebatan mengenai siapa yang
pantas ditetapkan untuk menggantikan Rasulullah, semula pihak anshar bertahan
agar Khalifah berasal dari pihak mereka namun akhirnya semua sepakat menunjuk
Abu Bakar sebagai orang yang paling pantas untuk menggantikan Rasulullah
sebagai Khalifah. Abu Bakar di bai’at sebagai Khalifah yang pertama pada tahun
11 H/632 M.
b. Upaya menghadapi kaum murtad.
Menjelang wafatnya Rasulullah, seluruh jazirah Arab telah tunduk di bawah
kekuasaan pemerintahan Islam. Namun sesudah wafatnya Rasulullah wafat ada
beberapa kabilah yang merasa sudah tidak terikat lagi dengan pemerintahan
Islam, bebrapa pimpinan kabilah tadi berusaha memperluas kekuasaan. Mereka
beranggapan bahwa Muhammad memperoleh kekuasaan karena menjadi Nabi. oleh karna
itu mereka mendakwahkan diri sebagai Nabi agar mendapatkan kepercayaan dari
masyarakat. Diantara mereka adalah: Musaillamah, Al-Aswad Al-Ansi, Tulaihah,
dan Nejed.
Mereka mengajak anggota kabilahnya untuk murtad dari agama Islam, dan
rakyat mereka yang masih lemah imannya menyambut dengan baik seruan pemimpin
mereka tersebut.
Abu Bakar berunding dengan para sahabat untuk menghadapi Nabi palsu dan
kaum murtad itu, mereka sepakat untuk menyeru mereka agar mereka bertaubat.
Jika tidak mau sadar, mereka akan di hadapi dengan kekerasan sampai
merekasadar..
c. Upaya menghadapi kaum yang ingkar membayar zakat
Banyak dari kaum muslimin yang pengertiannya tenteng hukum Islam masih
belum mendalam dan imannya masih tipis meganggap bahwa kewajiban zakat
semata-mata untuk Nabi, jadi ketika Rasul telah wafat maka bebaslah kewajiban
untuk membayar zakat, hal itu tidak benar.
Kemudian setelah Abu Bakar berunding dengan para sahabat, walaupun tidak
mendapat suara bulat Abu Bakar teguh pada pediriannya bahwa kewajiban zakat
harus tetap ditunaikan, mereka yang membangkang akan di perangi.
d. Melanjutkan pengiriman pasukan Usamah
Untuk menjamin keamanan bagian utara jazirah Arab bagian utara Abu Bakar
melanjutkan apa yang telah dirintis oleh Rasul dengan mengirimkan pasukan
usamah.
e. Menghimpun Al Qur’an
Peperangan untuk mengembalikan kekuasaan Islam
memakan banyak korban, dan banyak di antara yang gugur menjadi syuhada’
tersebut adalah para hufazh/ahlul qura.
Usai perang, Umar bin Khattab mengusulkan kepada Abu Bakar untuk
mengupayakan penyelamatan Al-Qur’an dengan membukukan Al-Qur’an sesuai dengan
urutan yang di ajarkan oleh Rasulullah, setelah melakukan perundidangan dengan
para sahabat, dibentuklah panitia pengumpulan Al-Qur’an, diketuai oleh Zaid bin
Tsabit. Panitia menyelesaiakan pekerjaan dalam waktu dua tahun. hasilnya mereka
serahkan kepada Abu Bakar. kemudian beliau mengamankannya denga menitipkannya
di rumah Hafsah binti Umar bin khattab, janda Rasulullah, janda Nabi saw.
f. Perluasan wilayah
Upaya yang pernah di tenpuh Rasulullah untuk memperluas penyebaran Islam
adalah menyurati para raja dan gubernur berbagai negara di luar jazirah Arab,
menyerukan agar masuk Islam. upaya ini dilanjutkan Abu Bakar dengan membuka
Irak dan Syam.
2.
UMAR BIN KHATTAB
A. Umar Sebelum Sebelum Menjadi Khalifah
Umar bin khattab berasal dari Quraisy. ia lahir 13 tahun setelah kelahiran
Nabi Muhammad saw. Garis keturunan Rasul dan Umar bertemu pada Ka’ab bin Luwai.
Umar digambarkan sebagai orang yang bertubuh tinggi dan kekar.beliau memiliki
sifat pemberani dan keras. Sebelum masuk Islam Umar gemar minum-minuman
keras.dan sikapnya sangat keras terhadap kaum muslimin terutama dari golongan
budak.
Umar bin Khattab masuk Islam ketika scara tidak sengaja mendengar seseorang
membaca Al-Qur’an, Umar menyangka seseorang tadi membaca semacam syair. yaitu
surat Thaha ayat 1-8. setelah mendengar ayat tersebut Umar segara menemui Nabi
di rumah Al Arqom bin Abil Arqom dan menyatakan keislamannya.
Dengan masuknya Umar bin Khattab ke agama Islam, Agama Islam menjadi
semakin kuat dan beberapakeadaan yang berubah pasca masuknya Umar ke Islam
antara lain:orag-orang yang semula masuk Islam secara diam-diam, menjadi secara
terbuka, arang beribadah secara sembunyi-sembunyi, menjadi secara
terang-terangan,kalau sholat malam tidak melafadkannya dengan suara nyaring,
menjadi berani dengan suara nyaring, karna itu Umar bin Khattab dijiluki Al Faruq.
B. Umar bin Khattab sebagai Khalifah (13-23 H /
634-644 M)
a. proses pemilihannya
kertika Abu Bakar merasa sudah tua beliau meminta pendapat kepada para
sahabat tentang penggantinya kelak dan mengusulkan Umar bin Khattab sebagai
penggantinya. Setelah memperoleh kesepakatan dan persertujuan maka Umar bin
Khattab di baiat menjadi Khalifah sesudah Abu Bakar wafat.
b. Perluasan Wilayah
Perluasan wilayah Pada masa pemerintahan ini antara lain melanjutkan
pembebasan Persia, Syam dan Mesir.
c. Pembangunan
Pada masa Umar timbul berbagai persoalan baru yang harus segera di atasi,
Umar tanggap atas segala persoalan itu. Upaya yang dilakukan Umar antara lain :
§ Mengatur jabatan dalam pemerintahan
§ Mendirinkan baitul mal
§ Mengeluarkan alat tukar yang sah
§ menetapkan tahun hijriah
§ membuat peraturan pertahanan negara
§ mengangkat hakim (Qadli)
§ mengatur pasar dan pos surat
§ membagi daerah menjadi beberapa wilayah
§ pengawasan terhadap timbangan dan takaran.
Khalifah Umar wafat pada bulan Dzulhijjah tahun 23 H/644 M dalam usida 63
tahun. Umar wafat ditika oleh budak Persia yang bernama Abu Lu’luah.
3.
UTSMAN BIN AFFAN
A. Ustman Sebelum Menjadi Khaifah
Utsman bin Affan dilahirkan 5 tahun setelah Nabi Muhammad SAW. Garis
keturunanannya sangat dekat dengan Nabi, bertemu pada Abu Manaf bin Qushai.
Utsman bin Affan masuk Islam karena dorongan dari
Abu Bakar, Abu Bakar menerangkan kepada nya bahwa Nabi Muhammad telah menerima
wahyu dari Allah SWT. Abu Bakar berkata kepada Utsman : “Muhammad adalah Rasulullah dan pemimpin ummat ke jalan yang
benar. Saya telah mengimaninya dan menajadi seorang muslim. Saya anjurkan agar
kamu segera menemui beliau”. Utsman segera pergi ke rumah
Rasulullah dan terjadi tanya jawab antar keduanya. Akhirnya iapun masuk Islam.
Utsman termasuk as sabiqunal awwalun (kelompok
pemeluk Islam yang awal). Utsman menikah dengan putri Rasul nyang bernama
Ruqayyah.
Ketika umat Islam hijrah ke Madinah, utsman besrta
Ruqayyah ikut serta, dan ketika Ruqayyah meninggal, utsman dikawinkan dengan
Ummu Kalsum, putri Rasulullah yang lain . oleh sebab itu Utsman mendapat
gelar dzun nurain (yang memiliki dua cahaya).
Pada berbagai peperangan yang terjadi pada zaman Rasulullah, utsman selalu
turut serta dan menyumbangkan hartanya untuk mendukug keperluan perang.
B. Utsman Sebagai Khalaifah (23-35 H / 644-656 M)
a. Pengangkatan Sebagai Khalifah
Setelah Umar bin Khattab ditikam oleh kelompok anti Islam pada tahun 23 H,
yang terdiri dari Murmuzan, Jufainah dan Abu Lu’luah, dan sebelum wafat beliau
berwasiat dan mununjuk tim terdiri dari 6 orang sahabat terkemuka untuk
mengganti sebagai kahlaifah. Sahabat tersebut Utsman bin Affan, Ali bin Abi
Thalib, Abdur Ramhan bin Auf, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Sa’ad
bin Abi Waqash.
Utsman dibai’at sebagai Khalifah menggantikan Umar bin Khattab setelah hasil
Musyawarah menunjukkan suara seimbang antara yang memilih Ali dan Ustman,
karena Utsman lebih tua, Abdur Rahman menetapkan Utsman bin Affan sebagai
pengganti Umar.
b. Pertahanan dan perluasan wilayah
Selain mempertahankan wilayah yang telah ada baik wilayah yang memberontak
seperi khurasan ataupun wilayah yang di serang oleh musuh seperti
iskandariah,Khalifah juga melakukan perluasan wilayah ke Afrika, Asia, dan
Eropa.
c. Pembangunan
Pembangunan pada masa Khalifah Ustman bin Affan melanjutkan pembangunan
yang telah dilakukan oleh Umar bin Khattab.usaha pembangunan dimasa Ustman itu
antara lain: pembentukan Angkatan Laut dan pembukuan kembali Al-Qur’an.
d. Pemberontakan dan pembunuhan terhadap Khalifah
Karena Khalifah Ustman bin Affan banyak mengambil keluarganya untuk
menduduki jabatan pemerintahan.serta pengawasan yang kurang terhadap
pemarintahan karena beliau telah lanjut,banyak keluhan masyarakat yang tidak
disampaikan kepada Khalifah rimbullah keresahan dan protes dari mesir dan
kuffah.mereka ke Madinah dan melakukan demonstrasi, namun karena kurang
mendapat tanggapan,demonstrasi tadi berubah menjadi pembeontakan.Dalam
pemberontakan InilahKhalifah Khalifah Ustman bin Affan terbunuh (tahun 35
H/565).
4.
ALI BIN ABI THALIB
A.
Ali Sebelum Menjadi Khalifah
Ali bin Abi Thalib adalah saudara sepupu
Rasulullah Muhammad bin Abdullah. Ayah Ali adalah Abu Thalib saudara seayah dan
seibu ayah nabi Muhammad. Ali bin Abi Thalib lahir tahun sebelum kenabian dan
saat diambi dan tinggal bersama muhammad sejak usianya sekitar 7 tahun. Ali
sejak kecil belum pernah menyembah berhala.
B.
Ali bin Abi Thalib Menjadi Khaliah
a.
Pengangkatan sebagai Khalifah
Sesudah utysman wafat keadan sangat
kacau kemudian kaum pemuda umumnya menghendaki Ali segera menggantikan utsman
mereka mendatangi Ali untuk membaiatnya. Tapi Ali tidak mau beliau menginginkan
dukungan para sahabat yang dahulu bertjuang bersama Nabi. Kemudian para pemuda
beramai-ramai memaksa Zubair dan Talhah untuk bersama-sama membaiat Ali,
akhirnya Ali bersedia di baiat menjadi kahlaifah yang ke empat.
b. Pemerintahan Selama Menjadi Khalifah
Ali dikenal pemimpin yang merakyat, tidka suka kemewahan dan bersikap
tegas., kebiajakan-kebiojakan openting yang diambil oleh Ali antara lain :
memecat gubernur yan lama menjadi yang gubernur yang baru, mengambil kembAli
tanah-tanah yang dibagikan secara tyidak sah dan di kembalikan lagi menjadi
milik baihtul mal.
Untuk menghindari kekacaun Ali memindahkan pemerintahannya ke Kuffah di
Irak.
Di masa Ali terjadi beberapa peperangan, diantaranya :
§ perang jamal
perang jamal adalah perang yang terjadi antara Ali dengan Zubair, Talhah
dan Aisyah.
§ Pertang sifin
Perang sifin adalah peperangan yang terjadi antara pengikut Ali dengan
pengikut muawiyah yang membangkang. Sifin adalah kota yang terletak di timur
laut kota Damsik. Dalam peperangan ini pihak Ali hampir memperoleh kemenangan,
tapi kemudian muawiyyah mengajak berunding dan Ali kalah dalam perundingan itu.
Setelah peristiwa itu di pihak Ali terjadi pepecahan pihak yang memisahkan
diri diberi nama Khowarij dan kelompok itu bermufakat untuk membunuh ketiga
tokoh yakni Ali, Muawiyah dan Amru bin ‘Asy, tetapi hanya Ali yang terbunuh,
peristiwa itu terjadi pada tanggal 17 Ramadhan 40 H.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar